KKN. Satu kata yang identik dengan angka tiga. Tiga huruf yang sangat populer di kalangan mahasiswi dan mahasiswa dengan beban tiga SKS nya serta merupakan momen cikal bakal tumbuhnya cinta segi tiga di kalangan kaum muda-mudi-muda atau mudi-muda-mudi peserta KKN (jangan sampe muda-muda-muda, bahaya) . Tiga yang lain, ini tidak berlaku untuk tujuan KKN Condongcatur atau Maguwo dan sekitarnya, yaitu terkadang peserta harus melewati perjalanan tiga matra, yaitu darat, laut dan udara untuk mencapai ke tujuan. Oleh sebab itu, tidak sedikit orang yang bilang bahwa KKN menjadi salah satu momen paling penting dan berkesan dalam melewati masa perkuliahan.

Buat yang belum tahu, KKN sendiri merupakan bentuk Kuliah Kerja Nyata. Ya, sangat jelas bukan? Itu merupakan kepanjangan official yang diakui oleh institusi perguruan tinggi dan tercatat dalam lembar KRS. Officially, KKN merupakan salah satu wujud aplikasi tri dharma perguruan tinggi di masyarakat secara langsung. Buat yang ga tahu apa saja tri dharma perguruan tinggi, kita berarti senasib. Ndak usah balik ospek, googling aja ya. Selain yang official, terdapat kepanjangan unofficial lain yang dikarang-karang sendiri oleh mahasiswi-mahasiswa kurang gawean antara lain : Kalo Kuliah Ngantuk, Kalo Kumpul Ngobrol, Kalo Kerja Ngeluh, Kuliah Kerja Nikah, Kapan Kita Nikah 😀 . Kepanjangan-kepanjangan tersebut sebenarnya masih merepresentasikan kegiatan KKN secara umum. Termasuk yang dua terakhir. Banyak pasangan yang di ciecie-in saat KKN kisahnya berakhir indah di pelaminan, meski tidak sedikit juga yang tragis berakhir di pelamunan (cuma sanggup ngelamunin aja, tidak lebih).

Di Universitas Pancasila sendiri, maksud saya Universitas Pancasila yang ada di Jogja, KKN merupakan mata kuliah wajib bagi mahasiswi dan mahasiswa program sarjana. Siapapun saja, anak pejabat, anak rektor, anak konda, yang masih memimpikan mengenakan toga kelulusan wajib melalui tahap ini. Tidak seperti mata kuliah lain yang bisa main titip absen, kegiatan satu ini cukup ketat pelaksanaannya. Kamu tidak bisa seenaknya titip absen selama 1-2 bulan, bisa jadi kamu digaplok DPL dan bahan olokan tim. Nah istilah-istilah baru seperti DPL, Korkab, Kormanit, Kormasit, LRK, LPK dan KaKaKa yang lain akan akrab di telingamu saat sudah saatnya tiba.

Mempersiapkan KKN bisa dibilang cukup memakan usia dan tempat. Waktu persiapannya lama, bisa jadi dari H-7 bulan sebelum keberangkatan, mulai dari mengusulkan tempat, membentuk tim, menyusun program, melakukan survei dll. Persiapan KKN juga memakan tempat karena hampir di tiap sore atau malam menjelang pelaksanaan, tempat-tempat populer di area kampus pasti akan ramai berkeliaran kelompok-kelompok KKN yang mengadakan rapat. Tidak jarang suara bising mereka membuat juniornya yang sekadar nongkrong-nongkrong di sekitar mereka untuk streaming anime atau kating nya yang sedang memperjuangkan skripsi menjadi cukup terganggu. Mereka yang terlalu bersemangat kadang melanjutkan rapatnya di burjo-burjo atau angkringan terdekat setelah SKKK mendepaknya keluar karena sudah pukul 10 malam. Depakan yang sama juga berlaku untuk yang tadinya streaming anime dan mengerjakan skripsi.

Rapat KKN jadi satu proses yang vital dalam tahap persiapan. Banyak yang perlu dibahas mulai dari pemilihan koor-koor, program apa saja yang akan dikerjakan, bagaimana hidup mereka nantinya di sana, sampai penentuan warna jaket KKN yang kadang memakan waktu lama. Apalagi bagi mereka yang mempunyai tujuan KKN di pelosok, perbatasan atau jauh dari peradaban kota. Mereka perlu memikirkan strategi bertahan hidup selama 2 bulan yang jauh dari hingar bingar alfamart indomart. Anggaran pun perlu dipersiapkan secara matang karena biaya pemberangkatan dan program kegiatan KKN juga tidak murah. Tidak jarang kelompok KKN bertujuan jauh menarik iuran dari anggotanya untuk anggaran survei dan keperluan lain. Sejak saat itulah, petugas bendahara jadi tiba-tiba merasa dijauhi teman-temannya sendiri :D.

Strategi lain adalah dengan melakukan usaha dana atau ngedanus. Disini semua anggota harus berperan aktif. Jangan harap kamu masih bisa leyeh-leyeh di kosan 3x3m mu yang nyaman saat teman-teman kelompokmu yang lain getol berusaha mencari dana. Hal itu sulit menghindarkanmu dari gunjingan dan makian teman-teman. Variasi danus pun makin ke sini makin kreatif. Jika dulu zaman saya mentok di inovasi menjual tahu krispi dan risol mayo, maka sekarang inovasi-inovasi baru banyak bergerak di bidang jasa. Terakhir saya temukan ada yang menjual jasanya untuk membersihkan kamar kos. Sungguh kreatif.

Menjelang keberangkatan suasana akan menjadi semakin hectic. Selain barang tim yang harus dipersiapkan, barang-barang pribadi yang akan di bawa pun harus cermat diperhatikan. Pakaian penting dibawa, obat pribadi penting pula. Tidak perlu lah membawa boneka teddy bear ke daerah KKN. Yang ada malah diminta anak-anak sana. Kemampuan untuk memasukkan segalanya dalam satu koper pun menjadi required skill saat itu. Akses dengan  keyword “How to pack a suitcase” atau sejenisnya meningkat tajam. Membawa pakaian pun yang kira-kira perlu saja. Tidak semua pakaian di lemarimu perlu kamu bawa. Ingat, tujuanmu pergi adalah untuk KKN, bukan minggat. Estimasi rasio daleman:kemeja:kaos:celana harus dicermati betul mengingat di sana kamu dituntut untuk dapat mencuci baju sendiri. Akan sangat sulit rasanya menemukan laundry sekelas simply fresh atau ethara di pedalaman Supiori atau Miangas.

Perjalanan akan terasa menyenangkan bersama teman-temanmu yang beberapa bulan sebelumnya telah berjuang bersama. Akan ada banyak momen “pertama kalinya” dalam perjalanan KKN mu. Apalagi yang melewati tiga matra darat, laut, udara. Ada yang pertama kali naik pesawat. Pertama kali naik kapal 2 hari 2 malam. Pertama kali muntah di kapal yang menerjang ganasnya Laut Sulawesi dan banyak lagi. Terlebih lagi, akan ada warga dan anak-anak lucu nan menggemaskan yang menunggu kedatanganmu untuk mengabdi di sana selama kurang lebih 2 bulan. Bagaimana cerita dan intrik sebenarnya dari KKN, kamu lah yang membuatnya dimulai dari situ. Dimana pun tempatnya, jauh atau dekat, selamat mengabdi dan selamat karena akan memiliki kulit yang lebih eksotis!